Hai Selamat Datang

Terima Kasih Telah Berkunjung di www.etalaseguru.com

Ikhlas

Pengabdian Tanpa Batas.

Learning

Learning to Know, Learning to Do, Learning to Be and Learning to Live Together.

Bacalah

Dengan Membaca Akan Menambah Ilmu Pengetahuan Kita.

The World Is Not Enough Here

Find Your New World for Your Life

Hadist Tentang Menuntut Ilmu

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa menuntut ilmu merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat. bila kita ingin mulia di kehidupan dunia dan akhirat hendaklah kita selalu untuk menuntut ilmu. terdapat kata kata mutiara yang mengkiaskan tentang menuntut ilmu.
Artinya : Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat 

Sebagian ulama menilai bahwa hadist ini lemah, sebagian yang lain menilai ini adalah kata mutiara. Namun sebagai orang awam janganlah cepat-cepat menilai demikian lihat dulu maknanya dan manfaatnya. Bila kita analogikan dalam kehidupan ini, memang menuntut ilmu itu diwajibkan dari ketika kita lahir hingga dijemput oleh ajal. dengan menuntut ilmu kita akan mendapatkan banyak manfaat untuk kehidupan kita di dunia ini dan di akhirat kelak. 

Bila kita renungkan kewajiban kita dalam hidup ini tak lain dan tak bukan untuk beribadah dan menuntut ilmu, dari kata mutiara di atas dapat kita pahami urgensi ilmu dalam kehidupan kita. karena kewajiban menuntut ilmu adalah pada orang berakal. Orang berakal akan melihat untaian makna ini secara utuh dengan melihat lintasan kejadian / peristiwa penting yaitu pada masa buaian dan masa kematian.

1.      Manusia diwajibkan menuntut ilmu sejak mereka kanak-kanak sampai detik-detik menjelang ajalnya
2.      Kewajiban belajar ada pada semua umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, mulai lahir hingga nafas berakhir.
3.      Menuntut ilmu memang bukan kewajiban yang ditentukan waktunya seperti salat dan puasa, tapi justru merupakan kewajiban sepanjang hayat.
4.      Pendidikan pada anak usia dini akan sangat membekas hingga anak dewasa. Pendidikan pada usia ini adalah peletak dasar bagi pendidikan anak selanjutnya. Keberhasilan pendidikan usia dini ini sangat berperan besar bagi keberhasilan anak di tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.

Selain itu, ada sebuah ungkapan yang sangat mashur dalam menuntut ilmu.

اُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ

Artinya : Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri cina

Bila kita membaca buku prof DR. KH. Ali Mustafa Yaqub yang berjudul Hadis Hadis Bermasalah. Imam ibnu Hibban mengatakan bahwa hadist ini adalah hadist palsu. pernyataan ini diulang oleh al Sakhawi dalam kitabnya al-maqhasid al-hasanah. sumber kepalsuan dari hadist ini adalah rawi yang bernama Abu Atikah Tarif bin Sulaiman. Imam Ahmad Hanbal juga menentang keras hadist tersebut. lebih lanjut Prof Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub menegaskan bahwa ungkapan carilah ilmu meskipun di negeri Cina bukan sebuah hadist (lihat Prof Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, Hadis Hadis Bermasalah, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2014. hlm. 3) 

مُسْلِمٍ كُلِّ عَلَى ضَةفَرِي الْعِلْمِ طَلَبُ
Artinya : ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim ”. (HR. Ibnu Abdil Barr)
 (misalnya mempelajari ilmu tentang keesaan Allah swt beserta sifat-sifatNya, ilmu tentang shalat, thaharah : yakni ilmu ibadah) ketahuilah sesungguhnya orang Islam tidak wajib mengetahui ilmu secara wajib ain. Akan tetapi yang diwajibkan bagi orang Islam adalah mencari ilmu yang berhubungan dengan keperluan dalam kehidupan (misalnya: iman, shalat, zakat, dll). Sebagaimana telah dikatakan oleh sebagian ulama: “seutama-utama ilmu adalah ilmu keadaan dan seutama-utama amal adalah menjaga daripada keadaan, jangan sampai tersia-siakan, apalagi sampai rusak.”

·        عن أبى دردائ قال سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَبْتَغِي فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضَاءً لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ. رواه الترمذى وأحمد والبيهقى وأبو داود والدارمى
·         Abu Dada’ berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang menempuh jalan mencari  ilmu, akan dimudahkan Allah jalan untuknya ke sorga. Seungguhnya Malaikat menghamparkan sayapnya karena senang kepada pencari ilmu. Sesungguhnya pencari ilmu dimintakan ampun oleh orang yang ada di langit dan bumi, bahkan ikan yang ada dalam air. Keutamaan orang berilmu dari orang yang beribadah adalah bagaikan kelebihan bulan malam purnama dari semua bintang. Sesungguhnya ulama adalah pewaris Nabi. Nabi tidak mewariskan emas dan perak, tetapi ilmu. Siapa yang mencari ilmu hendaklah ia cari sebanyak-banyaknya.
·         Dalam hadis di atas terdapat lima keutamaan orang menuntut ilmu, yaitu:
·          (1) mendapat kemudahan untuk menuju surga, (2) disenangi oleh para malaikat, (3) dimohonkan ampun oleh makhluk Allah yang lain, (4) lebih utama daripada ahli ibadah, dan (5) menjadi pewaris Nabi. Menuntut ilmu yang dimaksud di sini, menurut pengarang Tuhfat al-Ahwazi adalah mencari ilmu sedikit atau banyak yang menempuh jalan dekat atau jauh.
·          
         Yang dimaksud dengan dimudahkan Allah baginya jalan menuju sorga adalah ilmunya itu akan memberikan kemudahan kepadanya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menyebabkannya masuk sorga. Karena ilmunya, seseorang itu mengetahui kewajiban yang harus dikerjakannya dan larangan-larangan yang harus dijauhinya. Ia memahami hal-hal yang dapat merusak akidah dan ibadahnya. Ilmu yang dimilikinya membuat ia dapat membedakan yang halal dari yang haram. Dengan demikian,  orang yang memiliki ilmu pengetahuan itu tidak merasa kesulitan untuk mengerjakan hal-hal yang dapat membawanya ke dalam surga.
·               Malaikat menghamparkan sayapnya karena senang kepada orang yang mencari ilmu. Malaikat telah mengetahui bahwa Allah sangat mengutamakan ilmu. Hal itu terbukti ketika mereka disuruh hormat kepada Adam setelah Adam menunjukkan kelebihan ilmunya kepada malaikat. Oleh sebab itu,  para malaikat merasa senang kepada orang-orang yang berilmu karena mereka dimuliakan oleh Allah.
·         Orang yang menuntut ilmu dimintakan ampun oleh makhluk-makhluk Allah yang lain. Ini merupakan ungkapan yang menunjukkan kesenangan Rasulullah SAW. kepada para pencari ilmu. Ilmu itu sangat bermanfaat bagi alam semesta, baik manusia maupun bukan manusia. Dengan ilmu pengetahuan yang disertai iman, alam ini akan selalu terjaga dengan indah. Penjagaan dan pengelolaan alam ini dapat dilakukan dengan ilmu pengetahuan. Jadi, orang yang memiliki ilmu dan menggunakannya untuk kebaikan alam semesta merupakan orang mulia yang pantas didoakan oleh penghuni alam ini.
·          Orang yang mempunyai ilmu pengetahuan lebih utama daripada ahli ibadah. Keutamaannya diumpamakan oleh Rasulullah SAW. bagaikan kelebihan bulan pada malam purnama dari bintang. Keutamaan bulan malam purnama yang jelas dari bintang-bintang adalah dalam hal fungsi menerangi. Bulan itu bercahaya yang membuat dirinya terang dan dapat pula menerangi yang lain. Sedangkan bintang kurang cahayanya dan itu hanya untuk dirinya sendiri. Sifat seperti itu terdapat pula pada orang yang berilmu pengetahuan dan ahli ibadah. Orang yang berilmu pengetahuan dapat menerangi dirinya sendiri dengan petunjuk dan dapat pula menerangi orang lain dengan pengajarannya. Dengan kata lain, orang 'alim itu memberikan manfaat untuk dirinya dan dapat pula bermanfaat bagi orang lain.
·           Orang yang berilmu dikatakan sebagai pewaris Nabi. Ini merupakan penghormatan yang sangat tinggi. Warisan Nabi itu bukan harta dan fasilitas duniawi, melainkan ilmu. Mencari ilmu berarti berusaha untuk mendapatkan warisan beliau. Berbeda dari warisan harta, untuk mendapatkan warisan Nabi tidak dibatasi pada orang-orang tertentu. Siapa saja yang berminat dapat mewarisinya. Bahkan, Rasulullah SAW. menganjurkan agar umatnya mewarisi/mewariskan ilmu sebanyak-banyaknya kepada generasi penerus.