Hai Selamat Datang

Terima Kasih Telah Berkunjung di www.etalaseguru.com

Ikhlas

Pengabdian Tanpa Batas.

Learning

Learning to Know, Learning to Do, Learning to Be and Learning to Live Together.

Bacalah

Dengan Membaca Akan Menambah Ilmu Pengetahuan Kita.

The World Is Not Enough Here

Find Your New World for Your Life

Standar Pelayanan Minimal SD/MI


  1. Standar  pelayanan  minimal  pendidikan  dasar  selanjutnya  disebut  SPM pendidikan  adalah  tolok  ukur kinerja  pelayanan  pendidikan  dasar  melalui jalur pendidikan formal yang diselenggarakan daerah kabupaten/kota.
  2. Pemerintah  pusat  selanjutnya  disebut  Pemerintah  adalah  Menteri Pendidikan  Nasional  dan  bertindak  selaku  Menteri  Teknis  yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sistem pendidikan nasional.
  3. Daerah  otonom  selanjutnya  disebut  daerah  adalah  kesatuan  masyarakat hukum  yang  mempunyai  batas-batas  wilayah  yang  berwenang  mengatur dan  mengurus  urusan  pemerintahan  dan  kepentingan  masyarakat setempat  menurut  prakarsa  sendiri  berdasarkan  aspirasi  masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  4. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan  pemerintahan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota  dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas  pembantuan  dengan  prinsip  Negara  Kesatuan  Republik  Indonesia sebagaimana  dimaksud  dalam  Undang-Undang  Dasar  Negara  Republik Indonesia Tahun 1945.
  5. Pemerintah  daerah  adalah  bupati  atau  walikota  dan  perangkat  daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
  6. Pengembangan kapasitas adalah upaya meningkatkan kemampuan sistem atau sarana dan prasarana,  kelembagaan, personil, dan keuangan untuk melaksanakan  fungsi-fungsi pemerintahan dalam rangka mencapai  tujuan pelayanan  dasar  dan/atau  SPM  Pendidikan  secara  efektif  dan  efisien dengan menggunakan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik.
  7. Anggaran  pendapatan  dan  belanja  daerah  yang  selanjutnya  disingkat APBD  adalah  rencana  keuangan  tahunan  pemerintahan  daerah  yang dibahas  dan  disetujui  bersama  oleh  pemerintah  daerah  dan  DPRD  dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
  8. Anggaran pendapatan dan belanja negara yang selanjutnya disebut APBN adalah  rencana  keuangan  tahunan  pemerintahan  yang  disetujui  oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

File Kuisioner SPM SD-MI klik di sini
File Petunjuk Pengisian Kuisioner SPM SD-MI klik di sini
File Permendiknas No 15 Tahun 2010 Tentang SPM Pendidikan Dasar klik di sini

Silabus PAI dan Bahasa Arab Kurikulum 2013



Fungsi pendidikan agama Islam adalah membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. Serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antar umat beragama, dan ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Untuk merespons beragam kebutuhan masyarakat modern, seluruh elemen dan komponen bangsa harus menyiapkan generasi masa depan yang tangguh melalui beragam usaha yang komprehensif, seperti pendidikan. 

Sebagai ajaran yang sempurna dan fungsional, agama Islam harus diajarkan dan diamalkan dalam kehidupan nyata melalui sistem pendidikan, sehingga akan menjamin terciptanya kehidupan yang damai dan tenteram. Oleh karenanya, untuk mengoptimalkan layanan pendidikan Islam di Madrasah, ajaran Islam yang begitu sempurna dan luas perlu dikemas dalam Silabus yang kemudian dijabarkan dalam materi-materi di beberapa mata pelajaran menurut jenjangnya.

Pengemasan ajaran Islam dalam bentuk mata pelajaran di lingkungan Madrasah dikelompokkan sebagai berikut; diajarkan mulai jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu-ilmu Sosial, Ilmu-ilmu Bahasa dan Budaya, serta Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) meliputi; a) Al-Qur’an-Hadis b) Akidah Akhlak c) Fikih d) Sejarah Kebudayaan Islam. Pada jenjang Madrasah Aliyah Peminatan Ilmu-ilmu Keagamaan dikembangkan kajian khusus mata pelajaran yaitu: a) Tafsir-Ilmu Tafsir b) Hadis-Ilmu Hadis c) Fikih-Ushul Fikih d) Ilmu Kalam dan e) Akhlak. Untuk mendukung pendalaman kajian ilmu-ilmu keagamaan pada peminatan keagamaan, peserta didik dibekali dengan pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Bahasa Arab.

Sebagai panduan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 di Madrasah, Kementerian Agama RI telah menyiapkan Silabus Pembelajaran PAI di Madrasah dan juga menerbitkan Buku Pegangan Siswa dan Buku Pedoman Guru. Kehadiran Silabus setiap mata pelajaran PAI dan bahasa Arab bagi guru menjadi kebutuhan pokok dalam menerapkan Kurikulum 2013 di Madrasah

Unduh Silabus PAI dan Bahasa Arab untuk Kelas I dan IV Kurikulum 2013  di sini

Silabus SD/MI Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016



Ahli pendidikan Piaget membagi tahap perkembangan kognitif dalam 4 tahapan, yaitu tahap sensorimotor, tahap pra-operasional, operasional konkret, dan operasional formal.  Usia sekolah dasar umumnya 7 sampai 12 tahun masuk pada tahap operasional konkret dimana anak belum bisa memahami problem abstrak, segala sesuatu akan bermakna bila dikaitkan dengan objek konkret (nyata) yang mereka temui sehari-hari.  Untuk itu pembelajaran yang cocok di SD menggunakan pendekatan tematik.  Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran dalam berbagai tema.  Shoemaker (1989) mendefinisikan kurikulum terintegrasi (tematik) sebagai “...pendidikan yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga melintasi garis-garis batas mata pelajaran, membawa bersama beragam aspek kurikulum ke dalam asosiasi yang bermakna agar terfokus kepada bidang-bidang studi yang luas. Ia memandang belajar dan mengajar secara holistik dan merefleksikan dunia nyata, yang interaktif”.
Pembelajaran dengan pendekatan tematik ini mencakup kompetensi mata pelajaran yaitu: PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Sedangkan mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti tidak termasuk mata pelajaran dalam tematik.  Pembelajaran tematik dilaksanakan di semua kelas di SD baik di kelas I-III (kelas rendah) maupun kelas IV–VI (kelas tinggi). Di kelas rendah belum ada mata pelajaran IPA dan IPS yang berdiri sendiri namun muatan IPA dan IPS diintegrasikan ke dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.
Integrasi kurikulum sebagai suatu pengelolaan pembelajaran sekitar problem dan isu di masyarakat, sehingga diperlukan kolaborasi oleh guru dan peserta didik tanpa memandang pada mata pelajaran.  Pembelajaran tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Penentuan tema yang dijadikan sebagai ide besar dari pembelajaran yang menghubungkan konsep dan kompetensi yang ingin dicapai oleh peserta didik.
Pendekatan ini dimaksudkan agar peserta didik tidak belajar secara parsial sehingga pembelajaran dapat memberikan makna yang utuh pada peserta didik seperti yang tercermin pada berbagai tema yang tersedia.  Tema yang pilih sedapat mungkin didekatkan dengan hal-hal yang dialami peserta didik.  Pembelajaran tematik disusun berdasarkan berbagai proses integrasi yaitu integrasi intradisipliner, multi-disipliner inter-disipliner, dan trans-disipliner.
Silabus tematik yang dikembangkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan merupakan suatu model, satuan pendidikan dapat mengembangkan silabus tematik dengan mengambil tema yang disesuaikan dengan karakteristik satuan pendidikan.  Satuan pendidikan juga dapat langsung menggunakan model silabus ini atau dapat juga dengan mengadaptasi sesuai karakteristik satuan pendidikan. Selain itu, bagi guru yang ingin menyusun sendiri pembelajaran tematik terpadu dapat menggunakan Silabus Mata Pelajaran di SD/MI yang terpisah dari dokumen ini.

Untuk lebih lengkapnya klik file di sini

PERMENDIKBUD NOMOR 23 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PENILAIAN



1.        Standar  Penilaian  Pendidikan  adalah  kriteria  mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen  penilaian  hasil  belajar  peserta  didik  yang  digunakan  sebagai  dasar  dalam  penilaian  hasil  belajar peserta  didik  pada  pendidikan  dasar  dan  pendidikan menengah.
2.  Penilaian  adalah  proses  pengumpulan  dan  pengolahan informasi  untuk  mengukur  pencapaian  hasil  belajar  peserta didik.
3.        Pembelajaran  adalah  proses  interaksi  antar  peserta  didik, antara  peserta  didik  dengan pendidik  dan  sumber  belajar pada suatu lingkungan belajar.
4.   Ulangan  adalah  proses  yang  dilakukan  untuk  mengukur pencapaian  Kompetensi  Peserta  Didik  secara  berkelanjutan dalam proses Pembelajaran untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar Peserta Didik.
5.    Ujian  sekolah/madrasah  adalah  kegiatan  yang  dilakukan untuk  mengukur  pencapaian  kompetensi  peserta  didik sebagai  pengakuan  prestasi  belajar  dan/atau  penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.
6.      Kriteria  Ketuntasan  Minimal  yang  selanjutnya  disebut  KKM adalah  kriteria  ketuntasan  belajar  yang  ditentukan  oleh satuan  pendidikan  yang  mengacu  pada  standar  kompetensi kelulusan,  dengan  mempertimbangkan  karakteristik  peserta didik,  karakteristik  mata  pelajaran,  dan  kondisi  satuan pendidikan.

Untuk lebih lengkapnya silahkan klik file di sini

PANDUAN PENILAIAN UNTUK SD/MI KURIKULUM 2013 EDISI REVISI 2016




    Mulai tahun pelajaran 2013/2014, Pemerintah memberlakukan Kurikulum 2013 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2006. Hasil kajian pelaksanaan Kurikulum 2013 menunjukkan bahwa salah satu kesulitan pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 adalah dalam perencanaan, pelaksanaan, pengolahan, pemanfaatan dan pelaporan penilaian. Pada perencanaan penilaian, pendidik kesulitan merumuskan indikator instrumen penilaian, menentukan teknik penilaian yang tepat sesuai dengan kompetensi dasar yang diajarkan, mengembangkan butir-butir instrumen penilaian dan rubrik penilaian. Pada pelaksanaan penilaian, pendidik kesulitan melakukan penilaian sikap dengan berbagai teknik penilaian dalam waktu yang terbatas. Pendidik juga mengalami kesulitan dalam mengolah dan mendeskripsikan capain hasil penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

    Satuan pendidikan mengalami kesulitan dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), merumuskan kriteria kenaikan kelas, dan kriteria kelulusan peserta didik. Permasalahan lain yang sering muncul adalah penetapan KKM dan secara teknis menerapkannya pada setiap Kompetensi Dasar (KD) sebagai kompetensi minimal untuk selanjutnya menjadi KKM mata pelajaran. Di samping itu, pendidik mengalami kesulitan dalam menentukan nilai hasil remedial berkaitan dengan KKM.

     Memperhatikan permasalahan-permasalahan di atas, perlu disusun Panduan Penilaian pada Sekolah Dasar (SD). Panduan penilaian ini diharapkan dapat memudahkan pendidik dan satuan pendidikan dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan serta memanfaatkan hasil penilaian baik aspek sikap, aspek pengetahuan, maupun aspek keterampilan.

Untuk Lebih Lengkapnya Klik File Penilaian Untuk SD/MI Kurikulum 2013 di Sini