Hai Selamat Datang

Terima Kasih Telah Berkunjung di www.etalaseguru.com

Ikhlas

Pengabdian Tanpa Batas.

Learning

Learning to Know, Learning to Do, Learning to Be and Learning to Live Together.

Bacalah

Dengan Membaca Akan Menambah Ilmu Pengetahuan Kita.

The World Is Not Enough Here

Find Your New World for Your Life

Cara Kelola Peserta Kelas di Simpatika

halo sahabat guru/admin simpatika. Kali ini kami ingin berbagi cara sederhana untuk mengelola peserta kelas di simpatika. Untuk dapat mencetak S25a, salah satu syaratnya adalah terdapat peserta kelas atau peserta didik di simpatika. berikut ini merupakan cara ringkas dalam menambahkan peserta kelas.

Seperti biasa, langkah pertama adalah login dulu di simpatika-siap online seperti berikut ini :


Langkah selanjutnya klik/pilih simpatika siap online maka akan muncul tampilan :

Masukkan nuptk kepala madrasah/admin simpatika kemudian masukkan paswordnya dan klik login :


Setelah muncul dasbor layanan simpatika, pilih/klik madrasah maka akan muncul :


Pada dasbord tersebut pilih kelas (lihat tanda panah merah di atas) kemudian akan muncul :


Pada dasbor kelas di atas, silahkan pilih daftar siswa (lihat tanda panah di atas) kemudian klik maka akan muncul tampilan :


Langkah selanjutnya adalah pilih kelas maka akan muncul tampilan :


Kemudian klik kelas yang kita pilih, misal kita pilih kelas satu klik kelas satu maka akan muncul tampilan :


Untuk menambahkan peserta kelas atau peserta didik kita klik tanda plus di sebelah kanan (lihat tanda panah pada gambar di atas) kemudian akan muncul tampilan :


Gambar di atas muncul peserta didik pada kelas tersebut, langkah selanjutnya adalah kita menambahkan peserta didik ke kelas yang kita inginkan dengan cara centang/klik peserta didik kemudian kita tambahkan peserta didik (lihat tanda panah merah di atas) lakukan sampai seluruh peserta didik yang kita inginkan atau sesuai dengan kelasnya.


Setelah semua peserta kelas kita pindahkan ke kelas yang kita inginkan langkah selanjutnya adalah dengan menambahkan siswa tersebut. silahkan klik tambahkan (lihat tanda panah merah pada gambar tampilan di atas).

Itulah langkah-langkah sederhana dalam mengelola peserta kelas di simpatika.

Mudah bukan !!! selamat mengerjakan !!!

Baca Juga : Cara tambah siswa di simpatika
Baca Juga : Cara unggah siswa kolektif di simpatika

Cara Sinkronisasi Mata Pelajaran di Simpatika

Untuk membuat jadwal di simpatika, terlebih dahulu kita mensinkronisasi pelaksanaan kurikulum yang berlaku di madrasah kita. Pada tahun pelajaran 2018-2019 masih terdapat beberapa madrasah yang melaksanakan ktsp 2006 dan kurikulum 2013.

Berikut ini merupakan panduan singkat sinkronisasi mata pelajaran di simpatika, pertama seperti biasa buka browser google maupun web browsing yang lain kemudian tulis simpatika


Maka akan muncul tampilan:


Setelah muncul tampilan gambar di atas klik pada simpatika-siap online maka akan muncul tampilan:


Masukkan nuptk kepala madrasah dan paswordnya kemudian klik/tekan login maka akan muncul :


Pilih madrasah (lihat gambar di atas) maka akan muncul tampilan :


Pada tampilan gambar di atas pilih kurikulum maka muncul tampilan :


Setelah muncul dasbor kurikulum, pilih/klik pada mata pelajaran maka akan muncul :


Pilih salah satu kurikulum yang digunakan, misalkan kita akan menggunakan kurikulum 2013 maka klik kurikulum 2013 kemudian lakukan sinkronisasi (lihat gambar tampilan di atas).


Setelah kita klik sinkronisasi maka akan muncul tampilan seperti di atas kemudian kita pilih pelaksanaan kurikulum 2013 tingkat kelas di madrasah kita. kemudian kita klik lanjut maka akan muncul tampilan :

Pada tahap ini merupakan penyelesaian dari tahap sebelumnya, tahap ini merupakan konfirmasi mata pelajaran dari sistem atau yang berlaku secara nasional. Langkah selanjutnya adalah menyimpan. Silahkan klik/pilih tanda simpan.

Setelah kita klik tanda simpan, maka akan muncul tampilan seperti di atas. Langkah selanjutnya klik OK. Selesai.

Itulah langkah-langkah sederhana sinkronisasi mata pelajaran ktsp 2006 atau kurikulum 2013.

Cara Unggah Data Siswa Kolektif di Simpatika

Halo sahabat guru/operator. Pada kesempatan kali ini kami ingin membagikan cara untuk menambah siswa secara kolektif di simpatika. Penambahan siswa baru biasanya terjadi pada awal tahun pelajaran. Kami ingin berbagi pengalaman dalam menambahkan siswa baru secara kolektif di madrasah.

Untuk menambahkan siswa baru tiap siswa lihat cara tambah siswa di simpatika. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dijadikan panduan dalam mengunggah siswa baru di madrasah secara kolektif.

Pertama, kita buka dulu browser google atau mesin pencari lain misalnya yahoo, bing, duckduckgo, yandex, geevv ataupun yang lainnya. Bila kita sudah membuka web browser google maka akan muncul tampilan :


Setelah muncul tampilan browser di atas kemudian kita tulis simpatika (lihat tanda panah di atas). Maka akan muncul tampilan :


Pada tampilan gambar di atas, bila bapak/ibu ingin mengedit atau menambah data siswa maka alangkah lebih baiknya kita klik simpatika-siap online maka akan muncul tampilan sebagai berikut ini :

Setelah muncul tampilan di atas, langkah selanjutnya adalah memasukkan (1) nuptk kepala madrasah sebagai operator kemudian masukkan pula (2) kata sandinya dan tekan/klik masuk maka akan muncul tampilan :


Pada tampilan gambar di atas kita disajikan fitur layanan padamu negeri yang terdiri dari sekolah dan web sekolah. Layanan Simpatika terdapat Madrasah dan PTK. Untuk menambah siswa maka kita pilih/klik pada menu madrasah (lihat tanda panah di atas). Maka akan muncul tampilan :


Pada dashbord tampilan di atas terdapat berbagai menu, ada beranda, sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, siswa dan alumni, publikasi dan dokumen, EDS, program dinas, dan panduan. pilih/klik pada menu Siswa dan Alumni maka akan muncul :


Setelah muncul tampilan gambar di atas, perhatikan pada layar bagian kiri yang terdapat fitur siswa, alumni, dan mutasi. Silahkan pilih/klik siswa maka akan muncul tampilan disebelahnya silahkan pilih/klik daftar siswa maka akan muncul tampilan :


Gambar tampilan di atas merupakan dasbor siswa yang berisi data siswa global yang ada di madrasah bapak/ibu. Tujuan kita adalah menambahkan data siswa secara kolektif maka kita pilih/klik pada tanda panah yang berisi upload data siswa (lihat tanda panah merah pada gambar di atas). Setelah kita pilih/klik maka akan muncul tampilan :


Langkah selanjutnya kita (1) Unduh Format Siswa maka akan mengunduh/download DAFTAR SISWA SEKOLAH. Setelah terunduh kita cari filenya di file komputer/laptop kita folder download. File Excel tersebut seperti tampilan berikut ini :


Langkah selanjutnya adalah kita buka file Daftar Siswa Sekolah tersebut yang berbentuk excel kemudian kita isi data tersebut dari nomor siswa, kode sistem (untuk siswa baru dikosongkan) no induk di madrasah, nisn, nama siswa, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir,  alamat, tingkat, tahun masuk. 

Dalam panduan di simpatika ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam unggah siswa secara kolektif. antara lain : 
-  jika mengunggah data siswa yang baru, tidak mengikutsertakan data lama.
- untuk unggah siswa secara kolektif, unggah excel yang sudah diedit jangan menghapus kode sistemnya.
-  tidak bisa mengunggah data yang sama dari nama, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir.

Setelah kita enti/edit data siswa sesuai dengan kondisi riil di madrasah, langkah selanjutnya adalah mengunggah Daftar Siswa Sekolah tersebut ke dalam sistem simpatika, buka kembali web simpatika yang kita buka sebelumnya :

Pilih file (lihat tanda panah no 2 pada gambar di atas) kemudian kita cari file Daftar Siswa Sekolah yang kita edit/entri kemudian kita unggah (lihat tanda panah no 3 pada gambar di atas). Tunggu antrian unggah file beberapa saat lalu kita cek data siswa di dasbor siswa., apakah siswa yang kita tambahkan sudah masuk ke dalam sistem atau belum. Bila sistem tidak merespon berarti kita merubah format yang telah ditentukan oleh sistem di simpatika. 

Gampang bukan cara tambah siswa kolektif di simpatika. selamat mengerjakan.

Cara Tambah Siswa di Simpatika

Halo sahabat guru/operator. Pada kesempatan kali ini kami ingin membagikan cara untuk menambah siswa di simpatika. Penambahan siswa baru biasanya terjadi pada awal tahun pelajaran. Atau bisa juga siswa tersebut pindah dari sekolah atau madrasah lain. Kami ingin berbagi pengalaman dalam menambahkan siswa baru di madrasah.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dijadikan panduan dalam menambahkan siswa baru di madrasah per siswa satu per satu bukan unggah data siswa kolektif.

Pertama, kita buka dulu browser google atau mesin pencari lain misalnya yahoo, bing, duckduckgo, yandex, geevv ataupun yang lainnya. Bila kita sudah membuka web browser google maka akan muncul tampilan :


Setelah muncul tampilan browser di atas kemudian kita tulis simpatika (lihat tanda panah di atas). Maka akan muncul tampilan :


Pada tampilan gambar di atas, bila bapak/ibu ingin mengedit atau menambah data siswa maka alangkah lebih baiknya kita klik simpatika-siap online maka akan muncul tampilan sebagai berikut ini :

Setelah muncul tampilan di atas, langkah selanjutnya adalah memasukkan (1) nuptk kepala madrasah sebagai operator kemudian masukkan pula (2) kata sandinya dan tekan/klik masuk maka akan muncul tampilan :


Pada tampilan gambar di atas kita disajikan fitur layanan padamu negeri yang terdiri dari sekolah dan web sekolah. Layanan Simpatika terdapat Madrasah dan PTK. Untuk menambah siswa maka kita pilih/klik pada menu madrasah (lihat tanda panah di atas). Maka akan muncul tampilan :


Pada dashbord tampilan di atas terdapat berbagai menu, ada beranda, sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, siswa dan alumni, publikasi dan dokumen, EDS, program dinas, dan panduan. pilih/klik pada menu Siswa dan Alumni maka akan muncul :


Setelah muncul tampilan gambar di atas, perhatikan pada layar bagian kiri yang terdapat fitur siswa, alumni, dan mutasi. Silahkan pilih siswa maka akan muncul tampilan disebelahnya silahkan pilih/klik daftar siswa maka akan muncul tampilan :


Gambar tampilan di atas merupakan dasbor siswa yang berisi data siswa yang ada di madrasah bapak/ibu. Tujuan kita adalah menambahkan data siswa maka kita pilih/klik pada tanda (+) siswa baru (lihat tanda panah di atas) setelah kita klik maka akan muncul :


Data siswa baru di atas harus di isi lengkap oleh kepala madrasah atau operator, dari nama lengkap, memilih jenis kelamin, tempat lahir, memilih tanggal lahir, memilih tahun masuk, memilih tingkat, nomor induk siswa nasional, dan nomor induk yang berlaku internal di madrasah kemudian centang selanjutnya  saya ingin melengkapi biodata siswa di atas lalu kita simpan.

Gampang bukan cara tambah siswa di simpatika. selamat mengerjakan.

PPDB 2018-2019


Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/MAK dimaksudkan untuk memberikan layanan pendidikan yang seluas-luasnya bagi masyaratakat dengan tetap menjaga mutu proses, output serta outcome-nya. Hal tersebut sejalan dengan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun, terwujud rintisan wajib belajar 12 Tahun, serta tidak ada siswa yang putus sekolah di berbagai jenjangnya.

Kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bukan kegiatan yang berdiri sendiri, namun tidak dapat dipisahkan dari berbagai aspek, antara lain tenaga pendidik dan kependidikan, kurikulum, sarana dan prasarana, sosial ekonomi serta dinamika masyarakat yang terus berkembang di era global ini. Banyak undang-undang maupun peraturan yang dijadikan landasan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), diantaranya sebagai berikut ini:

1.    Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2.    Peraturan Pemerintah nomor 47 tahun 2008 tentang Wajib Belajar;
3.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 34 tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan atau Bakat Istimewa;
4.   Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru pada taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, atau bentuk lain yang sederajat.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2018 dijelaskan bahwa PPDB bertujuan untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan. (2) Nondiskriminatif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikecualikan bagi sekolah yang secara khusus melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu.

Sedangkan cara pelaksanaan PPDB Bagian Kesatu Waktu dan Mekanisme PPDB Pasal 3 (1) Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah melaksanakan PPDB dimulai pada bulan Mei setiap tahun. (2) Proses pelaksanaan PPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimulai dari tahap pengumuman secara terbuka penerimaan calon peserta didik baru pada Sekolah yang bersangkutan sampai dengan tahap penetapan peserta didik setelah proses daftar ulang. (3) Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib mengumumkan secara terbuka proses pelaksanaan dan informasi PPDB paling sedikit terkait: a. persyaratan; b. proses seleksi; c. daya tampung berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai rombongan belajar; d. biaya pungutan khusus untuk SMA/SMK/bentuk lain yang sederajat bagi daerah yang belum menerapkan wajib belajar 12 (dua belas) tahun; dan e. hasil penerimaan peserta didik baru melalui papan pengumuman Sekolah maupun media lainnya.



Pendidikan


Orang-orang Yunani, sekitar 600 SM seperti Thales, Phytagoras, Xenopanes, Heraklitus, Parmenides, Zeno, Sokrates, Plato, Aristoteles, Demokritos, Epikuros, Diogenes, Marcus Tullius, Philo, Lucius Annaeus Seneca, Marcus Aurelius, Sextus Empiricus, Plotinus, Agustinus, Boethius, Anselmus, Thomas Aquinas dll., dalam Yuana (2010) telah menyatakan bahwa pendidikan merupakan sebuah proses dalam membantu manusia dengan upaya untuk menjadi manusia. Ada dua kata penting dalam kalimat itu, pertama "bantuan" dan kedua "manusia".

Menurut Tafsir (2014), manusia itu perlu dibantu, agar menjadi manusia seutuhnya. Seseorang dapat dikatakan telah menjadi manusia ketika ia memiliki nilai (sifat) kemanusiaan. Ini menunjukkan bahwa tidak mudah menjadi manusia. Mengapa? Dahulu banyak orang gagal menjadi manusia. Tujuan pendidikan adalah untuk mendidik manusia menjadi manusia. Agar tujuan itu dapat tercapai dan program dapat terstruktur sifat manusia menjadi manusia harus jelas.

Apa kriteria manusia dalam tujuan pendidikan? Tentunya, ini akan ditentukan oleh filosofi hidup setiap orang. Orang Yunani dalam waktu yang lama telah menetapkan tiga syarat untuk disebut manusia. Pertama, memiliki kemampuan mengendalikan diri; kedua, cinta tanah air; ketiga dan berpengetahuan luas.

Asy-Syaibani dalam Gade (2011) menjelaskan bahwa pendidikan adalah upaya untuk membentuk perilaku manusia dengan menanamkan ajaran agama dan nilai-nilai moral untuk mendapatkan kebahagiaan baik sebagai individu maupun sebagai anggota komunitas dalam kehidupan mereka di dunia dan akhirat (al-I'dad li al- hayat ad-dunya wa al-akhirah).

Sementara, John Dewey dalam Arifin (2000) mengatakan bahwa pendidikan sebagai proses untuk membangun keterampilan dasar yang mendasar, baik yang terkait dengan kognitif (intelektual) dan kekuatan perasaan (emosional), menuju sifat manusia, melalui filsafat juga dapat diartikan sebagai teori pendidikan umum.

Dalam bukunya, Democracy and Education, Dewey menjelaskan tujuan pendidikan, menurutnya adalah, "Tujuan pendidikan adalah untuk memungkinkan induvidual untuk melanjutkan pendidikan mereka atau bahwa objek dan hasil pembelajaran adalah kapasitas berkelanjutan untuk pertumbuhan". Lebih lanjut Dewey menjelaskan "Pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berkelanjutan, memiliki tujuan pada setiap tahap dan menambah kapasitas pertumbuhannya".

Di sisi lain, memasuki milenium ketiga, kehidupan manusia dewasa ini menjadi progresif dan kompleks. Pendidikan bertindak sebagai proses dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan Akhlaq Karimah/tata krama yang baik/moral/etika. Perkembangan dan kemajuan di semua bidang menghasilkan beberapa perubahan sosial yang besar dalam kehidupan manusia. Perkembangan itu membuat hidup manusia menjadi sangat modern dan progresif. Namun, perubahan sosial menyebabkan penafsiran dalam moralitas nasional, kehidupan, moralitas, dan urusan agama masyarakat, terutama bagi generasi muda yang membuat komunitas baru (Karnaen, 2014).

Untuk mengubah generasi muda yang berguna bagi agama, tanah air, dan bangsa membutuhkan tempat, tempat untuk membimbing, memelihara, dan memimpin generasi yang akan datang menjadi manusia yang sempurna lihat Khanafi (2010) dan tempat itu adalah lembaga pendidikan.

Lembaga pendidikan adalah lembaga, media, forum, atau situasi dan kondisi tertentu yang memungkinkan pelaksanaan proses pembelajaran, baik secara struktural maupun dalam tradisi yang telah dibuat sebelumnya. Definisi ini didasarkan pada pemahaman bahwa seluruh proses kehidupan manusia pada dasarnya adalah kegiatan belajar atau pendidikan (Roqib, 2009).

Lembaga pendidikan menurut Bloom dalam Topatimasang (1998) pada dasarnya memiliki fungsi dengan bekerja pada tiga wilayah kepribadian manusia yang disebutnya "taksonomi pendidikan": menetapkan karakter dan sikap (ranah afektif), mengembangkan pengetahuan (domain kognitif), serta keterampilan (psikomotor).

Taksonomi atau apa pun istilahnya, semua orang akan mengatakan dengan nama yang sama, bahwa lembaga pendidikan memiliki kewajiban untuk mendidik manusia untuk menjadi karakter, berpengetahuan dan terampil. Bagaimanapun, institusi memiliki tugas membangun seseorang untuk menjadi manusia dalam arti sebenarnya, keseluruhan, karena tiga dimensi dasar itu (karakter, pengetahuan dan keterampilan) yang menjadi dimensi khas kemanusiaan yang membedakan manusia pribadi seseorang dengan makhluk lain.

Sementara dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dalam mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Dengan demikian, salah satu unsur yang terpenting dalam dunia pendidikan adalah nilai-nilai moral, dalam ajaran Islam sering disebut akhlaqul al-karimah, dan di dunia barat disebut etika. Dalam mengarahkan tujuan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari tiga aspek penting yang harus diperhatikan, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif dari sisi intelektual, aspek afektif dari sisi spiritual dan aspek psikomotorik dari sisi keterampilannya.

Referensi :

Abdul Karnaen, Hakim As-Shidqi and Akrim Mariyat, The Policy of Moral Education on KH Imam Zarkasyi’s Thought at Gontor Modern Islamic Boarding School, Jurnal Pendidikan Islam, Volume III, Nomor 1, Juni 2014/1435.

Ahmad Tafsir, Filsafat Pendidika Islami (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014).

Asy-Syaibani,  Daur  at-Tarbiyah  fi  Bina  al-Fard  wa  al-Mujtama’, dalam Syabuddin Gade, Perbandingan Konsep Dasar Pendidikan antara Dewey dan Asy-Syaibani, Jurnal Ilmiah Didaktika, Agustus 2011, Vol. XII, No. I, p. 86-105.

Benjamin S. Bloom, ed., Taxonomy of Education Objectives: The Classification of Educational Goals, N. Y.,1956., at Topatimasang, Sekolah itu Candu (Jakarta: Pustaka Pelajar, 1998).

Imam Khanafi thought about insan kamil at Filsafat Islam Pendekatan Tematik (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2010).

John Dewey, Democracy  and  Education (New York:  The Macmillan Company, 1950),  hal. 383., dalam H.M. Arifin, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2000).

John Dewey, Democracy and Education: An Introduction to the Philosophy of Education, (NuVision Publication, 2007).

John Dewey, Democracy and Education: An Introduction to the Philosophy of Education, (Los Angeles: IndoEuropean Publishing, 2012).

Kumara Ari Yuana, The Greates Philosophers: 100 Tokoh Filsuf Barat dari Abad 6 SM-Abad 21 yang Menginspirasi Dunia Bisnis (Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2010).

Muh. Roqib, Ilmu Pendidikan Islam: Pengembangan Pendidikan Integratif di Sekolah, Keluarga dan Masyarakat (Yogyakarta: LKIS, 2009).

Roem Topatimasang, Sekolah itu Candu (Jakarta: Pustaka Pelajar, 1998).

Kalender Pendidikan Madrasah 2018-2019 Jawa Tengah

Kalender pendidikan merupakan salah satu elemen penting dalam perencanaan pendidikan, khususnya untuk lembaga pendidikan. Berjalannya proses pembelajaran di lembaga pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan kalender pendidikan. Dengan kalender pendidikan sebuah lembaga pendidikan dapat menjalankan proses pendidikan baik itu dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pendidikan dalam kurun waktu satu tahun pelajaran.


Kalender pendidikan yang selanjutnya disingkat menjadi kaldik adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur (Keputusan Kemenag Jateng Nomor 1701 Tahun 2018, Bab I Pasal 1).

Kaldik sebagaimana dijelaskan diatas dapat digunakan pula untuk menjelaskan rencana kerja tahunan madrasah yang meliputi jadual pembelajaran, ulangan, ujian, kegiatan ekstra kurikuler, dan hari libur yang dijadikan panduan terlaksananya proses pendidikan di madrasah. 

Pendidikan sebagaima yang diamanatkan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Oleh sebab itu, kaldik menjadi sangat penting sebagai salah satu perencanaan dalam satu tahun pelajaran ke depan agar dapat terwujud cita-cita pendidikan yang termaktub dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 supaya peserta didik yang mampu memiliki kecerdasan baik itu kecerdasan kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya.

Education

The Greeks (Like Thales, Phytagoras, Xenopanes, Heraklitus, Parmenides, Zeno, Sokrates, Plato, Aristoteles, Demokritos, Epikuros, Diogenes, Marcus Tullius, Philo, Lucius Annaeus Seneca, Marcus Aurelius, Sextus Empiricus, Plotinus, Agustinus, Boethius, Anselmus, Thomas Aquinas, etc (at Yuana, 2010) approximately 600 BC have stated that education is helping man with the effort became man. There are two important words in that sentence, the first "help" and the second "man".

Humans need to be helped, in order become a human being. A person can be said has become a human being when he has value (the nature of) humanity. It shows that it is not easy being human. That's why? Long ago many people fail to be human. The purpose education is to educate the human beings. In order that goal can be achieved and the program can be structured human traits become the man should be clear.

What kind of human criteria into the educational goals? Surely, this will be determined by a philosophy of life of each person. The Greeks in a long time have specified three conditions to be called human. First, have the ability to control themselves; second, love of the homeland; third and knowledgeable (Tafsir, 2014).

Asy-Syaibani explained that education is an effort to form human behavior by instilling religious teachings and moral values in order to obtain happiness both as individuals and as members of the community in their life in the world and Hereafter (al I`dad li al-hayat ad-dunya wa al-akhirah). (Asy-Syaibani at Syabuddin Gade, 2011)

While, John Dewey said that education as a process to build of the fundamental basic skills, both related to cognitive (intellectual) and the power of feeling (emotional), toward human nature, through philosophy could also be interpreted as a general theory of education (Dewey at H.M. Arifin, 2000).

In his book, Democracy and Education, Dewey (2007) explained the objective of education, according to him, “The aim of education is to enable induviduals to continou their education or that the object and reward of learning is continued capacity for growth”. Dewey (2012) explains “education is process a continous process of growth, having as its aim at every stage and added capacity of growth”.

In the other hand, In entering the third millenium, human’s life has become progressive and complex. Education therefore, act as a process in preparing and improving the quality of human resource with Akhlaq Karimah/good manners. The developments and progresses in all areas produce some big social changes in human’s life. That development makes life become very modern and progressive. However, social changes causes retreatment in national morality, life’s convulsion, morality and society’s religions affairs, especially to the youth generation who genarate the new community (Karnaen et al, 2014).

To change the young generation that is useful to religion, homeland, and nation needed a place, a place to guide, nurture, and lead generation that will come to be a perfect man (Insan kamil (at Khanafi, 2010) and the place is educational institutions. Educational institution is an institution, media, forums, or certain situations and conditions that enable the implementation of the learning process, both structurally and in the tradition that has been created previously. The definition is based on the understanding that the whole process of human life is basically learning activities or education (Roqib, 2009).

Educational institutions basically have function with working on three regions of the human personality which he calledtaxonomy of education": establish the character and attitude (affective domain), developing knowledge (cognitive domain), as well as (psychomotoric) skills (Bloom at Topatimasang, 1998).

Taxonomy education or whatever the term, everybody would say in the same name, that an educational institution has obligation to educate humans to be character person, knowledgeable and skilled. Anyway, the institution have duties of building a person to be human in a real sense, the whole, because three basic dimensions that (character, knowledge and skills) that became typical dimension of humanity that distinguishes one's personal human with other creatures (Topatimasang, 1998).

Thus, one important of element in education is the moral values, the teaching of Islam is commonly referred to akhlaqul al-karimah, in the western world is called ethics. And In directing educational purposes can’t be separated from the three important aspects that must be considered, namely cognitive, affective, and psychomotor.