Hai Selamat Datang

Terima Kasih Telah Berkunjung di www.etalaseguru.com

Ikhlas

Pengabdian Tanpa Batas.

Learning

Learning to Know, Learning to Do, Learning to Be and Learning to Live Together.

Bacalah

Dengan Membaca Akan Menambah Ilmu Pengetahuan Kita.

The World Is Not Enough Here

Find Your New World for Your Life

Rencana Kerja Madrasah (RKM)


Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Madrasah (MPMBM) sebenarnya merupakan jawaban dari terhadap semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini dan sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.


Untuk mengembalikan keprcayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tersebut, Madrasah diharapkan memiliki alternatif dan kebijakan / langkah yang dapat diterima oleh masyarakat. Segala potensi yang ada diMadrasah dioptimalkan agar menjadi Madrasah yang berprestasi, berdisiplin, berbudaya, dilandasi iman dan taqwa, sesuai dengan visinya dan kondisi obyektif Madrasah. Maka untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut perlu dilaksanakan berbagai macam kegiatan yang antara lain:

1.         Pemantapan pelaksanaan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan orang tua murid.
2.         Peningkatan jumlah jenis dan mutu sebagai peningkatan dan pemerataan pelayanan pendidikan.
3.         Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sebagai usaha pelayanan pendidikan yang merata.
4.         Peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran dan hasil evaluasi belajar (output) serta dapat bersaing dengan satuan pendidikan lainnya pada jenjang pendidikan selanjutnya (outcome)
5.         Sebagai kegiatan yang bersifat kemasyarakatan.

Kegiatan – kegiatan tersebut di atas harus ditunjang dengan pelayanan administrasi Madrasah yang terencana, teratur, terarah, dan berkesinambungan yang dituangkan dalam bentuk rencana kerjaMadrasah (RKM).

Rencana kerjaMadrasah ini dimaksudkan agar dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan oleh Kepala Madrasah dalam mengambil  kebijakan, disamping itu sebagai pedoman dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan progam belajar mengajar dan administrasi Madrasah  yang lain, agar pengelola Madrasah  tidak menyimpang dari prinsip – prinsip manajemen.

Keberhasilan perencanaan ini menurut peran serta aktif dari warga Madrasah dan dukungan dari warga masyarakat. Seluruh komponen Madrasah harus mempunyai persepsi yang sama terhadap visi dan misi sehingga seluruh progam yang dijalankan oleh Madrasah tidak menyimpang dari visi dan misi tersebut.

Berikut ini kami sertakan lay out Rencana Kerja Madrasah (RKM)

Tata Tertib Peserta USBN 2017/2018


Tata Tertib Peserta USBN 2017/2018

1.    Peserta USBN memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni lima belas (15) menit sebelum USBN dimulai.
2.    Peserta USBN yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti USBN setelah mendapat izin dari ketua panitia USBN tanpa diberi perpanjangan waktu.
3.    Peserta USBN dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator.
4.    Tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di depan kelas di samping pengawas ruang.
5.    Peserta USBN membawa alat tulis dan kartu tanda/peserta ujian.
6.    Peserta USBN mengisi daftar hadir menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas ruang.
7.    Peserta USBN mengisi identitas pada LJUSBN secara lengkap dan benar.
8.    Peserta USBN yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUSBN dapat bertanya kepada pengawas ruang dengan cara mengacungkan tangan terlebih dahulu.
9.    Peserta USBN mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian.
10. Selama USBN berlangsung, peserta USBN hanya dapat meninggalkan ruangan dengan izin dan pengawasan dari pengawas ruang.
11. Peserta USBN yang memperoleh naskah soal yang cacat atau rusak, pengerjaan soal tetap dilakukan sambil menunggu penggantian naskah soal.
12. Peserta USBN yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai menempuh/mengikuti USBN mata pelajaran yang terkait.
13. Peserta USBN yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu USBN berakhir tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya waktu ujian.
14. Peserta USBN berhenti mengerjakan soal setelah ada waktu ujian berakhir dan meletakkan lembar jawaban serta naskah soal di atas meja masing-masing.
15. Selama USBN berlangsung, peserta dilarang:
a.     menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
b.     bekerja sama dengan peserta lain;
c.     memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d.     memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain;
e.     membawa naskah soal USBN dan LJUSBN keluar dari ruang ujian; dan
f.      menggantikan atau digantikan oleh orang lain.
16. Meninggalkan ruang USBN dengan tertib dan tenang setelah pengawas ruang ujian mengumpulkan dan menghitung lembar jawaban dan naskah soal sesuai dengan jumlah peserta USBN.
17. Peserta USBN yang melanggar tata tertib ujian, diberi peringatan/teguran oleh pengawas ruang USBN dan dicatat dalam berita acara USBN sebagai salah satu bahan pertimbangan kelulusan.

       

Tata Tertib Pengawas USBN 2017/2018


Tata Tertib Pengawas USBN 2017/2018

A.   Ruang pengawas USBN
1.    Dua puluh lima (25) menit sebelum ujian dimulai pengawas ruang telah hadir di ruang pengawas USBN.
2.    Pengawas ruang menerima penjelasan dan pengarahan dari ketua penyelenggara USBN.
3.    Pengawas ruang menerima bahan USBN untuk ruang yang akan diawasi, berupa naskah soal USBN, LJUSBN, amplop LJUSBN, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan USBN, serta lem.
4.    Pengawas ruang mendatangani Pakta Integritas

B.   Ruang USBN
1.    Pengawas ruang dilarang membawa alat komunikasi/elektronik ke dalam ruang USBN.
2.    Pengawas masuk ke dalam ruang USBN lima belas (15) menit sebelum waktu pelaksanaan ujian untuk:
a.       memeriksa kesiapan ruang ujian, meminta peserta untuk memasuki ruang ujian dengan menunjukkan kartu peserta, dan menempati tempat duduk sesuai nomor yang telah ditentukan;
b.       memastikan setiap peserta tidak membawa tas, buku atau catatan lain, alat komunikasi elektronik, kalkulator dan sebagainya ke dalam ruang kecuali alat tulis yang akan digunakan;
c.       membacakan tata tertib;
d.       meminta peserta USBN menandatangani daftar hadir;
e.       membagikan LJUSBN kepada peserta dan memandu serta memeriksa pengisian identitas peserta (nomor ujian, nama, tanggal lahir, dan tanda tangan);
f.        memastikan peserta telah mengisi identitas dengan benar;
g.       setelah seluruh peserta selesai mengisi identitas, pengawas ruang membuka amplop soal, memeriksa kelengkapan bahan ujian, dan meyakinkan bahwa amplop tersebut dalam keadaan baik dan tertutup rapat (disegel), disaksikan oleh peserta ujian; dan
h.       membagikan naskah soal dengan cara meletakkan di atas meja peserta dalam posisi tertutup (terbalik). Peserta ujian tidak diperkenankan menyentuhnya sampai tanda waktu dimulai.
3.    Setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, pengawas ruang:
a.       mempersilakan peserta untuk mengecek kelengkapan soal;
b.       mempersilakan peserta untuk mulai mengerjakan soal; dan
c.       mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal.
4.    Kelebihan naskah soal selama USBN berlangsung tetap disimpan di ruang ujian dan pengawas ruang tidak diperbolehkan membacanya.
5.    Selama USBN berlangsung, pengawas ruang wajib:
a.       menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang USBN;
b.       memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan; dan
c.       melarang orang lain memasuki ruang USBN.
6.    Pengawas ruang dilarang memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal yang diujikan.
7.    Lima menit sebelum waktu ujian selesai, pengawas ruang memberi peringatan kepada peserta USBN bahwa waktu tinggal lima menit.
8.    Setelah waktu USBN selesai, pengawas ruang:
a.       mempersilakan peserta untuk berhenti mengerjakan soal;
b.       mempersilakan peserta meletakkan naskah soal dan LJUSBN di atas meja dengan rapi;
c.       mengumpulkan LJUSBN dan naskah soal;
d.       menghitung jumlah LJUSBN sama dengan jumlah peserta;
e.       mempersilakan peserta meninggalkan ruang ujian; dan
f.        menyusun secara urut LJUSBN dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke dalam amplop LJUSBN disertai dengan dua lembar daftar hadir peserta, dua lembar berita acara pelaksanaan, kemudian ditutup dan dilem serta ditandatangani oleh pengawas ruang USBN di dalam ruang ujian.
9.    Pengawas Ruang USBN menyerahkan LJUSBN dan naskah soal USBN kepada Panitia USBN disertai dengan satu lembar daftar hadir peserta dan satu lembar berita acara pelaksanaan USBN; dan
10. Pengawas yang melanggar tata tertib diberi teguran, peringatan oleh kepala sekolah dan/atau sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Buku Guru dan Buku Siswa Bahasa Arab Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016

Kali ini kami ingin berbagi buku siswa dan buku guru bahasa Arab Kurikulum 2013 edisi revisi 2016 jenjang madrasah ibtidaiyah (MI). Mata pelajaran bahasa arab merupakan salah satu mata pelajaran yang harus ada dalam lembaga pendidikan Islam. sebab bahasa arab merupakan salah satu kunci dalam memahami al qur'an. selain itu bahasa arab merupakan salah satu bahasa internasional yang harus dapat dikuasai oleh siswa. berikut ini adalah buku guru dan buku siswa bahasa arab tingkat madrasah ibtidaiyah.












Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) Bagi Siswa Madrasah Tahun Anggaran 2018


Pada tanggal 22 Januari 2018, Direktur Jenderal pendidikan Islam menetapkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) Bagi Siswa Madrasah Tahun Anggaran 2018. Keputusan direktur jenderal pendidikan islam tersebut merupakan sebuah angin segar bagi siswa baru maupun peserta didik lama yang belum tercover PIP pada tahun pelajaran lalu. Sebab dalam keputusan ini dilakukan verifikasi dan validasi kepada seluruh siswa yang ada di madrasah.
Petunjuk teknis tersebut ditetapkan dilatar belakangi penanggulangan  kemiskinan  merupakan  salah  satu  program  prioritas Pemerintah  dalam  upaya mewujudkan kesejahteraan  umum dan  keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Oleh  karena  itu,  untuk  mempercepat penanggulangan  kemiskinan, Pemerintah  menetapkan  program  perlindungan  sosial  agar warga mayarakat  yang  mengalami  masalah  sosial  tetap  terpenuhi  hak-hak dasarnya sebagai warga negara dan mendapatkan layanan dan akses dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Salah  satu  hak  dasar  warga  negara  adalah  mendapatkan  layanan pendidikan yang terjangkau  dan  bermutu. Diharapkan  dengan  bekal  akses pendidikan  yang  bermutu, peserta  didik  dapat  tumbuh  dan  berkembang menjadi  generasi  yang  unggul,  hebat,  dan  bermartabat.  Bagi  siswa  yang berasal  dari  latar  belakang  ekonomi  yang  kurang beruntung,  akses pendidikan yang  baik  juga diharapkan  dapat  menjadi instrument pemutus matarantai  kemiskinan  dan  keterbelakangan. Dalam  konteks  ini, Pemerintah  menetapkan  kebijakan  afirmatif  berupa  Program  Indonesia Pintar (PIP) dalam upaya meningkatkan akses pendidikan khususnya siswa yang  berasal  dari  keluarga  kurang  mampu secara  ekonomi. Disamping  itu PIP bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah,  meningkatkan  angka  keberlanjutan  pendidikan  yang  ditandai dengan  menurunnya  angka  putus  sekolah  dan  angka  melanjutkan, menurunnya kesenjangan partisipasi pendikan antar kelompok masyarakat, terutama  antara  penduduk  kaya  dan penduduk  miskin,  antara  penduduk laki-laki  dan  penduduk  perempuan,  antara  wilayah  perkotaan  dan perdesaan  dan  antar  daerah  dan meningkatkan  kesiapan  siswa  pendidikan menengah  untuk  memasuki  pasar  kerja  atau  melanjutkan  ke  jenjang pendidikan tinggi.

Program  Indonesia  Pintar  ditandai  dengan  pemberian  Kartu  Indonesia Pintar  (KIP) kepada anak  usia  sekolah  dari  keluarga  kurang  mampu sesuai dengan  kriteria  yang  telah  ditetapkan  dan  berdasarkan  hasil  dari pemadanan elektronik siswa madrasah sebagaimana terdaftar dalam sistem EMIS yang  dikelola  Kementerian  Agama dengan anak/siswa sebagaimana terdaftar dalam  Data  Terpadu  Program  Penanganan  Fakir  Miskin  yang dikelola  oleh  Kementerian  Sosial  bersama  dengan  Sekretariat  Tim  Nasional Percepatan  Penanggulangan  Kemiskinan  (TNP2K)  dan  Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Program Sukses Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) 2017/2018


Pendidikan pada dasarnya merupakan proses pembekalan kepada manusia baik berupa science educations maupun life skill educations. Pada fenomena pendidikan itu, manusia sebagai subyek pendidikan, dan bukan sebagai obyek, artinya, pendidikan harus membuat manusia mampu melakukan penyesuaian dengan lingkungan pada umumnya, pendidikan harus dapat memanusiakan manusia. Pendidikan sangat integral dalam kehidupan manusia sebagai mahluk sosial, maupun sebagai makhluk hidup di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan yang senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan global. Karenanya tidaklah berlebihan bila muncul tuntutan perlunya penataan institusi pendidikan untuk mengantisipasi dampak fenomena tersebut dalam kerangka sistem pendidikan di sekolah/madrasah


Pendidikan akan dinilai bermutu dan efisien jika benar-benar memiliki manfaat bagi kehidupan di masyarakat serta kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan. Pendidikan seharusnya mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak menjadi beban, tetapi sebaliknya menjadi kekuatan penggerak bagi keseluruhan proses pembangunan secara nasional.

Salah satu kebijakan penting pemerintah pusat adalah penetapan standar mutu pendidikan secara Nasional. Fungsi tersebut dapat diwujudkan melalui penetapan standar pelayanan minimal penyelenggaraan pendidikan di Sekolah/Madrasah serta hasil-hasilnya, standar minimal ini menyangkut kandungan minimal yang harus dicapai oleh siswa.

Keberhasilan suatu institusi pendidikan dalam mencapai mutu pendidikan harus diukur dengan sistem ujian secara nasional atau daerah yang di selenggarakan oleh suatu lembaga independen. Untuk mengetahui keberhasilan setiap institusi dalam memberikan pembekalan tersebut harus diukur tingkat pencapainnya. Dalam pengukuran ketercapaian kompetensinya sesuai dengan standar kompetensi kelulusan, dimana penilaian hasil belajar dilakukan pada setiap akhir satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar tersebut dilakukan melalui Ujian Sekolah/Madrasah.

Berdasarkan kelulusan yang telah dicapai, lembaga pendidikan tersebut dapat diketahui tingkat kualitasnya. Bagi yang berprestasi rendah akan selalu berusaha sebaik mungkin dan senantiasa meningkatkan prestasi belajar peserta didiknya dengan semangat inovasi dan pembaharuan pendidikan yang berlangsung secara continou.

MI INSAN KAMIL  sebagai salah satu lembaga pendidikan selalu berupaya memacu, memotivasi, dan mengembangkan untuk kedepan menjadi Madrasah yang ideal sesuai dengan harapan dunia pendidikan dan tuntutan masyarakat. Dengan demikian dapat melahirkan lulusan yang berkulitas baik, memiliki daya saing tinggi, dapat masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dapat memasuki dunia kerja, mempunyai daya kreatif yang baik, mempunyai akhlak yang terpuji dan mampu mengatasi berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Sebagai persiapan menghadapi Ujian Sekolah/Madrasah pada Tahun Pelajaran  2017/2018, MI INSAN KAMIL  mengadakan Program Sukses Ujian Sekolah/Madrasah 2017/2018. 

Untuk lebih jelasnya silahkan download Program SuksesUjian Sekolah/Madrasah 2017/2018