Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) Bagi Siswa Madrasah Tahun Anggaran 2018


Pada tanggal 22 Januari 2018, Direktur Jenderal pendidikan Islam menetapkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) Bagi Siswa Madrasah Tahun Anggaran 2018. Keputusan direktur jenderal pendidikan islam tersebut merupakan sebuah angin segar bagi siswa baru maupun peserta didik lama yang belum tercover PIP pada tahun pelajaran lalu. Sebab dalam keputusan ini dilakukan verifikasi dan validasi kepada seluruh siswa yang ada di madrasah.
Petunjuk teknis tersebut ditetapkan dilatar belakangi penanggulangan  kemiskinan  merupakan  salah  satu  program  prioritas Pemerintah  dalam  upaya mewujudkan kesejahteraan  umum dan  keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Oleh  karena  itu,  untuk  mempercepat penanggulangan  kemiskinan, Pemerintah  menetapkan  program  perlindungan  sosial  agar warga mayarakat  yang  mengalami  masalah  sosial  tetap  terpenuhi  hak-hak dasarnya sebagai warga negara dan mendapatkan layanan dan akses dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Salah  satu  hak  dasar  warga  negara  adalah  mendapatkan  layanan pendidikan yang terjangkau  dan  bermutu. Diharapkan  dengan  bekal  akses pendidikan  yang  bermutu, peserta  didik  dapat  tumbuh  dan  berkembang menjadi  generasi  yang  unggul,  hebat,  dan  bermartabat.  Bagi  siswa  yang berasal  dari  latar  belakang  ekonomi  yang  kurang beruntung,  akses pendidikan yang  baik  juga diharapkan  dapat  menjadi instrument pemutus matarantai  kemiskinan  dan  keterbelakangan. Dalam  konteks  ini, Pemerintah  menetapkan  kebijakan  afirmatif  berupa  Program  Indonesia Pintar (PIP) dalam upaya meningkatkan akses pendidikan khususnya siswa yang  berasal  dari  keluarga  kurang  mampu secara  ekonomi. Disamping  itu PIP bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah,  meningkatkan  angka  keberlanjutan  pendidikan  yang  ditandai dengan  menurunnya  angka  putus  sekolah  dan  angka  melanjutkan, menurunnya kesenjangan partisipasi pendikan antar kelompok masyarakat, terutama  antara  penduduk  kaya  dan penduduk  miskin,  antara  penduduk laki-laki  dan  penduduk  perempuan,  antara  wilayah  perkotaan  dan perdesaan  dan  antar  daerah  dan meningkatkan  kesiapan  siswa  pendidikan menengah  untuk  memasuki  pasar  kerja  atau  melanjutkan  ke  jenjang pendidikan tinggi.

Program  Indonesia  Pintar  ditandai  dengan  pemberian  Kartu  Indonesia Pintar  (KIP) kepada anak  usia  sekolah  dari  keluarga  kurang  mampu sesuai dengan  kriteria  yang  telah  ditetapkan  dan  berdasarkan  hasil  dari pemadanan elektronik siswa madrasah sebagaimana terdaftar dalam sistem EMIS yang  dikelola  Kementerian  Agama dengan anak/siswa sebagaimana terdaftar dalam  Data  Terpadu  Program  Penanganan  Fakir  Miskin  yang dikelola  oleh  Kementerian  Sosial  bersama  dengan  Sekretariat  Tim  Nasional Percepatan  Penanggulangan  Kemiskinan  (TNP2K)  dan  Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

0 komentar:

Post a Comment