Wacana Sekolah Virtual di Indonesia


Revolusi industri 4.0 (industri 4.0) telah merubah seluruh aspek kehidupan manusia tanpa terkecuali dalam bidang pendidikan. Pendidikan sebagai salah satu barometer kemajuan bangsa harus mampu merespon industri 4.0 dengan baik.

Respon tersebut dapat berupa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Hal tersebut merupakan sebuah ikhtiar bangsa Indonesia untuk mewujudkan pendidikan yang merata, meluas, dan berkeadilan.

Konsep industri 4.0 berawal di Jerman dan diakui oleh negara-negara industri lainnya, meskipun dikenal sebagai “Connected Enterprise” (Perusahaan yang Terhubung) di Amerika Serikat dan “Fourth Industrial Revolution” (Revolusi Industri Empat) di Inggris. Industri 4.0 dibangun atas tiga transformasi teknologi sebelumnya: (1) tenaga uap, yang merupakan kekuatan transformatif abad kesembilan belas; (2) listrik, yang mengubah sebagian besar abad kedua puluh; dan (3) era komputer, awal tahun 1970-an (Cordes & Stacey, 2017).

Perdebatan tentang industri 4.0 dan dampak globalnya berkembang sangat pesat karena diperbincangkan di pelbagai tempat tentang digitalisasi, internet, dan teknologi pintar (Friess & Ibanez, 2014; Vermesan dkk., 2014). Perdebatan tersebut didorong oleh ketidakpastian tentang cara terbaik dan langkah cepat untuk mengeksplorasi inovasi teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Artikel ditulis oleh Muhammad Fajar, baca selengkapnya di https://www.kompasiana.com/mohfajr/

0 komentar:

Post a Comment